Guru di l'école française de Bali berjumlah 16 orang. 13 adalah orang prancis, 2 Indonesia dan 1 australia. Mereka sebagian besar terbilang masih berusia muda. Antara akhir duapuluh tahunan dan awal tigapuluhan. Di usia yang terbilang muda ini, mereka telah mengarungi benua dan lintasan Negara. Seorang guru SD di sini telah mengajar di Amerika Latin, Timur tengah, Asia dan tahun depan akan pindah ke Australia.
Akses mereka untuk mengajar di berbagai negara cukup besar. Karena hampir setiap negara terdapat komunitas Prancis. Untuk mendukung kegiatan perdagangan,ekonomi, politik dsb, maka dibangunlah ecole francaise. Di Indonesia ada 3. Di Jakarta, Bali dan Balikpapan.
Menjadi guru selain memberi pencerahan kepada anak-anak, juga dapat menjadi kesempatan untuk berpergian. Berpetualang. Mengenal tradisi dan budaya asing. Melihat sisi lain dunia, yang berbeda dengan negara mereka sebelumnya. Ini benar-benar mengasyikan. Bayangkan, mereka yang semula tinggal di Lyon, di Prancis tengah, yang jauh dari pantai, kini memiliki kesempatan tinggal di Bali yang dikelilingi pantai. Sebuah pulau yang menjadi incaran banyak wisatawan asing.
Upah yang Cukup
Pendapatan guru Prancis memang berbeda dengan guru Indonesia. Di sana, guru mendapat gaji,tunjangan dan asuransi yang cukup baik. Profesi guru tidak kalah gengsinya dengan para bankir. Jaminan hidup untuk guru di dalam negeri atau di luar negeri sama baiknya. Sehingga banyak dari mereka tidak keberatan, bahkan tertarik untuk mengajar di luar Prancis.
Kondisi ini berbeda dengan banyak PNS guru Indonesia. Mereka yang tinggal di Jakarta, sebagian akan menolak bila dimutasi ke luar Jakarta atau Jawa. Bisa jadi jiwa petualangan mereka memang tidak besar. Atau mungkin karena terlalu nyaman dengan fasilitas yang ada. Bisa dipahami, kondisi Jakarta dibanding kota lain memang jauh lebih lengkap.
Tapi kalau dilihat dari sisi lain, banyak sekali anak-anak di pelosok negeri yang membutuhkan pencerahan. Mereka butuh guru-guru yang tidak kalah bagusnya dengan anak-anak yang tinggal di kota besar. Faktor pendidikan guru memang tidak selalu menjadi jaminan akan memiliki kualitas mengajar yang selalu baik. Banyak juga guru-guru yang meski berpendidikan tidak setinggi orang-orang kota tapi memiliki jiwa dan kemampuan mengajar yang unggul. Namun fakta bahwa masih banyak sekolah di ujung-ujung pulau di Indonesia yang membutuhkan guru-guru baik, adalah hal yang perlu dicari solusinya. Kita semua tahu kalau kondisi daerah di pelosok negeri memang sangat memprihatinkan. Termasuk keadaan sekolah, murid dan guru-guru. So, untuk kasus di Indonesia memang perlu lebih banyak orang yang bermental baja dan berjiwa petualang.
April 20, 2008
Guru dan Petualangan
Label:
Aktivitas
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment