April 20, 2008

DÉOUI

Belajar apapun memang perlu yang namanya sabar. Tapi untuk bahasa Prancis perlu ketabahan. Banyak yang bilang bahasa yang satu ini cukup sulit. Ya, saya akui. Selama lebih dari 3 tahun mengenal dan belajar bahasa ini, saya merasa tidak pernah katam. Berbeda dengan bahasa Inggris yang sudah saya kenal sejak SD dahulu. Rasanya cukup menguasai aturan grammer, tenses, maka bisalah bercas cis cus ria. Grammer dan tenses Inggris tidak terlalu rumit.

Tapi tidak dengan French. Untuk mempelajari bahasa ini, minimal tiga kunci perlu diperhatikan.
Grammaire adalah aturan dalam menyusun kalimat, Orthographe adalah aturan agar dapat menulis kata dengan benar dan Conjugaison, aturan penggunaan kata kerja yang harus disesuaikan dengan subjek dan waktu

Sebagai contoh dalam orthographie, kita diajarkan cara membaca dari setiap kata-kata yang ada. Dan ini cukup sulit. Bagi bukan Francophone (penutur asli), akan bingung membaca tulisan yang berbeda jauh dengan cara membacanya. Contohnya: abeille (lebah) dibaca abey. Tidak terdengar bunyi el-nya. Seperti juga kota Marseille (marsey).

Ada satu kejadian menarik mengenai salah tulis ini Saya pernah menguji sorang murid kelas 1 SD untuk menulis nama saya. Dia tahu nama saya, tapi saya ingin tahu apakah dia bisa atau tidak menuliskannya dengan benar. Di sini murid kelas 1 SD terbilang sudah besar. Karena banyak dari mereka yang sudah sekolah mulai umur 3 tahun (playgroup) bahkan kurang dari 3 tahun pun ada.

Sebut saja nama anak ini Kevin. Setelah berpikir sesaat, ia tersenyum mantap. Mulailah ia menulis. Gerakannya lambat bagaikan menulis kaligrafi. Tertera sudah huruf D. Setelah itu E. Berhenti. Berpikir sebentar. Matanya memandang saya. Tinggal satu suku kata lagi. Saya tidak sabar menunggunya. Lalu dia menyebut ujung nama saya…WI… Kemudian tangannya bergerak menulis huruf O. Lho koq o? Saya perhatikan terus. Dia melanjutkan dengan huruf U. Lho lho apalagi ini. Saya begitu penasaran mengikuti gerakan tangannya. Akhirnya jari itu berhenti setelah ia mengakhiri dengan menulis huruf I…. Tertulislah DĒOUI, bukannya DEWI.

Saya melihat wajah anak berdarah campuran ini tersenyum puas, karena bisa melaksanakan tugasnya. Saya menghargai usaha anak itu. Memberinya senyum. Agak susah menyalahkannya karena dari sisi pendengaran memang deoui dan dewi sama terdengarnya. Oui ( Wi)

Itu sedikit contoh. Betapa bahasa Prancis cukup membuat rambut lurus menjadi keriting dan jidat licin kita kerap berkerut. Anak-anak yang berdarah campuran (Prancis dan non Prancis) kerap mengalami kesulitan dalam soal orthographe dan grammaire. Mereka lancar berbicara Prancis. Tapi ketika menulis, ya, seperti contoh tadi.

Lalu apa solusinya? Dengan banyak latihan menulis. Dan tentu saja dengan banyak membaca. Kalau soal buku bacaan, di sini cukup banyak buku bagus-bagus. Itu yang saya kagumi dari sistem pendidikan atau pengajaran. Banyak sekali buku-buku bacaan untuk anak mulai dari playgroup, TK, SD hingga SMP (di sini hanya ada kelas sampai dengan SMP). Semua ditampilkan dengan gambar yang menarik (eye catching). Hal ini berguna agar anak-anak tertarik untuk membaca. Jeni-jenis buku cerita juga bervariasi mulai dari dongeng, fabel,komik dll. Temanya juga cukup beragam, seperti cinta kasih sesama manusia,juga terhadap binatang,penghormatan terhadap orang lain,persahabatan dll.

Dengan banyak membaca akan menumbuhkan daya imajinasi anak. Pengenalan atas huruf-huruf yang tertera di buku-buku, akan dapat menambah kosa kata dan memperbaiki kemampuan menulis mereka.

1 comment:

Unknown said...

duasar gaptek,
maksudnya gue yang gaptek! tadi udah bikin comment puanjang buanget tapi gak ngerti cara up-loadnya jadi ilang entah kemana...

defa,
congratulations, artikel-nya tambah banyak, produktif ya...

jadi ya pulang juli, jangan lupa mampir ke rumah gue

oia, kemarin gue ngayal, kalo punya uang 500 ribu, bisa gak ya gue ke bali berdua sama suami, kira2 bisa balik ke jakarta gak kalo cuma uang segitu hehehe..

ya udah, gue udah ditunggu suami, kelamaan, gara2 kegagalan ngirim comment yang pertama tadi hehehee...

ya udah, take care ya disana...
dyan

P.S. Mudah2an comment kali ini nyampe, amin...