Jef punya papa yang sangat kaya dan membelikan semua yang anaknya inginkan. Ia sering membawa barang-barang hebat ke sekolah.
Hari ini Jef datang dengan rolet di dalam tasnya. Dan dia menjukkan kepada kami pada saat istirahat. Rolet adalah benda pipih bundar yang di atasnya tertulis angka-angka dan bola putih kecil.
‘Kita akan memutar rolet ini,’ jelas jef,’Waktu dia berhenti, bola akan jatuh di atas salah satu nomor; dan orang yang memasang angka dimana bola itu behenti, bingo! Dialah pemenangnya.’
‘Kelihatannya sangat mudah,’ kata Rufus, ‘Mainan itu dicurangi.’
‘Aku pernah melihat bagaimana orang-orang memainkannya di film cowboy, ‘kata Max,’Tapi roletnya dicurangi, lalu si jagoan mengeluarkan pistol dan ia menembaki musuh-musuhnya dan dia melompat jendela dan lari dengan naik kudanya, dor, dor, dor.’
‘Ya, aku tahu kalau alat itu curang,’ kata Rufus.
‘Bodoh,’ kata Jef, ‘Itu karena rolet di film bodoh yang ditonton si max itu curang, terus roletku juga curang?’
‘Siapa yang bodoh?’tanya Rufus dan Max bersamaan.
‘Kalau aku pernah lihat orang bermain rolet di TV,’ kata clotaire,’
‘Ya,’ kata Jef,’Di kotak tempat roletku ada kain hijau dengan nomor dan banyak kartu, tapi mama tidak mengijinkan aku membawanya semua ke sekolah. Tapi itu tidak apa, kita tetap bisa memainkannya juga.’
Dan Jef bilang, kami akan memasang nomor dan dia yang memutar rolet dan nomor yang keluar dia yang menang.
‘Dan dengan apa kita bermain?,’ tanyaku,’Kita tidak punya kartu?’
‘Hmm,’ kata Jef,’Kita punya uang, maka kita akan bermain dengan uang. Apa bolah buat kita akan menggunakannya sebagai kartu. Dia yang mengumpulkan uang paling banyak, dia pemenangnya,’
‘Aku,’ kata Al yang sedang memakan pie untuk jam istirahatnya yang kedua,’Aku perlu uang untuk membeli roti coklat saat pulang nanti.’
‘Hmm, justru itu,’ kata Jo, ‘Kalau kamu menang, kamu dapat membeli banyak roti coklat.’
‘Yang benar?’ Kata Eudes,’karena si gendut tidak sengaja memilih nomor dan dia akan membeli roti dengan uangku? Aku tidak mau! Ini bukan permainan kalau seperti itu!’
Dan Al yang tidak senang dipanggil si gendut sangat marah dan dia bilang kalau dia akan memenangkan semua uang Eudes dan dia akan makan roti di depan Eudes dan Eudes tidak akan diberinya dan itu pasti menyenangkan.
‘Hmm, kata Jef, ‘Yang tidak mau main, ya sudah! Kita tidak akan melewatkan jam istirahat dengan bertengkar. Pilih nomor kalian!’
Kami pun berjongkok mengelilingi rolet dan kami menaruh uang kami di atas tanah dan kami memasang angka-angka kami. Aku memasang angka 12, Al = 6, Clotaire = 0, Jo = 20, Max = 5, Eudes = 25, Jef = 36 dan Rufus tidak mau memasang karena ia bilang kalau ia tidak mau kehilangan uangnya karena rolet curang ini.
‘Aduh, aduh! Ini dia yang membuatku kesal. Aku
‘Butikan!’ kata Rufus.
‘Ayo,’ teriak Al,’ Kita mulai ya ?’
Jef memutar roletnya dan bola putih berhenti di depan nomor 24.
‘Hah nomor 24?’ tanya Al yang mukanya menjadi merah.
‘Aku kan sudah bilang kalau mainan ini sudah dicurangi. Tidak ada yang akan menang.’
‘Tidak, Pak,’ kata Eudes,’ Aku yang menang. Aku memasang nomor 25 dan nomor 25 paling dekat dengan nomor 24.’
‘Dimana kamu main rolet seperti itu? ‘teriak Jef,’Kamu sudah memasang nomor 25, kalau nomor 25 tidak keluar kamu kalah, titik!’
‘Jef benar,’ kata Al,’Tidak ada yang menang, ayo kita mulai lagi.’
‘Tunggu,’ kata Jef, ‘Kalau tidak ada yang menang, maka pemilik rolet yang akan mengumpulkan semua uang.’
‘Di TV memang seperti itu,’ kata Clotaire.
‘Jangan ikut campur!’ teriak Al, ‘Disini bukan di TV. Kalau permainannya seperti itu, aku tarik lagi uangku dan aku ucapkan selamat buat kalian.’
‘Kamu tidak bisa seperti itu. Kamu sudah kalah,’ kata Jef.
‘Bagaimanapun, aku yang menang,’ kata Eudes
Lalu kami mulai bertengkar tapi kami melihat Pak Bul dan Pak Mus, pengawas kami yang sedang melihat kami dari sisi lain lapangan, lalu kami pun besepakat
‘Ayo,’ kata Jef, ‘Yang pertama tadi hanya bercanda, kita mulai lagi….’
‘Ok, aku pasang nomor 24,’ kata Rufus.
‘Bukannya kamu tidak mau main karena rolet ini curang?’ tanya Jef.
‘Justru itu, mainan ini telah dicurangi, sehingga angka 24 yang akan keluar, lihat saja! Kita bisa melihanya dengan mudah.’
Jef melihat Rufus dan meletakkan jari di keningnya dan memijatnya; dengan tangan yang lain dia memutar rolet lalu bola putih berhenti di nomor 24, Jef berhenti memijat dan dia membuka matanya lebar-lebar. Rufus memasang senyum lebar di wajahnya, siap mengumpulan seluruh uang, tapi Eudes mendorongnya.
‘Tidak tuan,’ kata Eudes, ‘Kamu tidak akan mengumpulkan uang ini. Kamu curang.’
‘Aku curang ? ‘teriak Rufus,’Pemain jelek itulah kamu. Aku memasang nomor 24 dan aku menang!’
‘Rolet ini sudah dicurangi. Kamu sendiri yang bilang seperti itu,’ teriak Jef,’Tidak mungkin dua kali berhenti di nomor yang sama.’
Lalu suasana menjadi kacau karena semua orang saling berkelahi dan Pak Bul datang bersama Pak Mus.
‘Berhenti ! Diam !’ teriak Pak Bul, ‘Baru sebentar kami mengawasi kalian. Lihat mataku baik-baik, apa yang kalian lakukan ?’
‘Hmm, kami bermain rolet dan mereka semua curang,’ kata Rufus,’Aku yang menang, tapi…’
‘Tidak, kamu tidak menang,’ teriak Al,’ Tidak ada yang boleh memegang uangku. Selamat untuk kalian.’
‘Rolet?’ Teriak Pak Bul, ‘Kalian bermain rolet di lapangan sekolah? Dan itu di tanah? Itu uang! ‘Dengar, Pak Mus, anak anak ini bermain dengan uang! Apakah orang tua kalian tidak bilang kalau permainan ini buruk yang akan membuat kalian kalah dan masuk penjara? Kalian tidak tahu kalau permainan ini bisa menurunkan martabat kalian! Sekali saja seseorang tergoda, dia akan lupa diri! Pak Mus bunyikan bel selesai istirahat, saya akan menyimpan rolet ini dan uangnya. Bapak akan memberikan
Pada waktu pulang, kami mencari Pak Bul, sama seperti setiap kali dia menyimpan barang-barang kami, untuk memintanya mengembalikan. Pak Bul tidak tertawa dan dia memandang kami dengan marah. Dia mengembalikan rolet kepada Jef sambil berkata,’Bapak tidak mengucapkan selamat pada orang tuamu untuk kado yang mereka berikan dan Bapak tidak mau lagi melihat kalian di sekolah dengan mainan konyol dan berbahaya ini!’
Uangnya dikembalikan oleh Pak Mus sambil tertawa.
No comments:
Post a Comment